Penyaluran PKH: Warga Distrik Manokwari Barat penerima terbanyak

2017-08-16 13:53:54 - oleh : Admin Web

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan, Senin (7/8), menyerahkan bantuan Program Keluarga Harapan di kampung Boga, Distrik Masni.

Penyerahan bantuan tersebut dihadiri juga oleh Wakil Bupati Edi Budoyo, perwakilan BNI Cabang Manokwari serta Kepala Dinas Sosial Manokwari.

Bupati mengatakan, PKH merupakan program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan dengan cara pemberian uang non tunai kepada rumah tangga sangat miskin.

“Dan kota Manokwari merupakan kabupaten yang melaksanakan program tersebut di Papua Barat sejak 2012 lalu.  Saat ini program PKH telah menjangkau 9 distrik dan 147 kampung,” ujar Bupati.

Bupati menerengkan program PKH bertujuan meningkatkan aksesibilitas terhadap pelayanan pendidikan kesehatan dan kesejahteraan sosial dalam mendukung tercapainya kualitas hidup keluarga kurang mampu.

“PKH diharapkan bisa mengurangi beban keluarga dalam jangka pendek dan jangka panjang serta memutuskan rantai kemiskinan dan kesenjangan,” jelas Bupati Demas.

Selain komponen pendidikan bagi siswa SD hingga SMA, Bupati menyebut, PKH juga menyasar komponen kesehatan yang terdiri atas ibu hamil dan balita. “Berikutnya ada pengembangan program tambahan layanan kesejahteraan sosial mencakup para penyandang disabilitas berat dan lansia 70 tahun,” tambah Bupati.

Lebih jauh dijelaskan, untuk penyaluran PKH saat ini berbeda dari sebelumnya. Tahun 2017, program PKH disalurkan lewat perbankan dalam hal ini Bank BNI, tidak lagi melalui PT. Pos Indonesia.

“Itu sesuai kerjasama mereka (BNI) dengan Kementerian Sosial sehingga  perubahan penyaluran ini membuat sedikit terjadi keterlambatan,” jelas Bupati.

Mengenai mekanisme penyaluran tahap I dan tahap II, terang Bupati Demas, dilakukan bersamaan.  Setiap tahap disalurkan bantuan sebesar Rp 500 ribu kepada penerima.

Terkait penerima PKH, warga distrik Manokwari Barat penerima terbanyak dengan jumlah 6.592 keluarga dengan jumlah dana yang disalurkan sebesar Rp 6,5 miliar lebih.

“Kalau distrik Masni, penerima terbanyak kedua dengan jumlah 1.129 keluarga dengan total anggaran 1,129 miliar,” pungkas Bupati Demas. (mar)