Demas :Tak Boleh Ada Pungli Retribusi Sampah

2017-03-16 07:32:27 - oleh : Petrus


 

Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan, Selasa (14/3/2017), mengumpulkan petugas kebersihan, diantaranya, petugas sapu jalan, sopir truk sampah hingga cleaning service Pemda Manokwari.

Dalam arahannya, Demas mengingatkan agar semua petugas kebersihan tidak melakukan pungutan liar (Pungli). “Apapun alasannya, pungutan retribusi sampah tidak dibenarkan, karena belum ada aturannya. Kalau masih tetap dilakukan, disebut pungutan liar dan pelakunya siap terima resiko,” tegasnya.

Meski demikian, banyak para petugas kebersihan yang sependapat. Menurut mereka pekerjaan kebersihan kurang mendapat support dari pemerintah daerah terutama kabupaten Manokwari.

Welem Sayori, salah satu petugas kebersihan, mengaku retribusi yang dilakukan adalah untuk perawatan kendaraan serta uang makan petugas kebersihan. Dan dilakukan pungutan tanpa adanya paksaan dari petugas. “Kendaraan saya contohnya. Saat rusak dan minta perbaikan, dinas sering menjawab tidak ada program perawatan. Padahal, uang dari retribusi inilah yang dijadikan untuk perawatan kendaraan pengangkut sampah,” paparnya.

Namun, Demas menyatakan tetap tidak membenarkan adanya penarikan retribusi tersebut dan jika memang terus dilakukan maka petugas akan menerima resikonya sendiri. Karena saat ini perda sampah sedang dalam proses penyusunan. “Perda sampah sedang kita dorong, mudah-mudahan segera jadi dan memayungi petugas sampah dalam melaksanakan tugasnya,” ujarnya.

Saat ini gaji petugas kebersihan kabupaten Manokwari masih jauh dibawah angka upah minimum provinsi. Dimana, setiap bulan petugas kebersihan hanya menerima gaji Rp1 Juta. Itupun tanpa disertai dengan tunjangan. 

Sumber:mediapapua.com